Thursday, November 10, 2011

Ingin Kaya Tapi Takut Risiko Bisnis




Mbak Wulan, saya sedang mengumpulkan modal untuk berwirausaha. Saya sendiri belum yakin, bidang usaha apa yang akan saya tekuni, tapi saya siapkan niat dan mental sejak sekarang. Dan bicara mental, saya dibayang-bayangi risiko gagal atau rugi. Saya takut, Mbak. Mungkin, ketakutan ini karena saya belum menguasai betul bidang apa yang nanti akan saya tekuni dalam bisnis. Ya, bagaimana mau menguasai, menentukan bidang bisnis saja saya masih ragu. Bagaimana ya Mbak, mengelola perasaan cemas dan takut yang tidak produktif ini. Terima kasih Mbak Wulan.

Kania G, Depok, via email

Dear Mbak Kania…
Anda ingin buka usaha tapi takut rugi..? Wah tak hanya Anda lho yang punya kendala takut rugi. Banyak sahabat Wanita Indonesia lainnya yang punya perasaan cemas untuk memulai usaha karena takut resiko merugi.
Hal yang wajar jika ingin memulai usaha tapi takut resiko rugi, hanya saja jika yang terpikir adalah selalu takut rugi lalu kapan mulai usahanya ? Akhirnya karena sering maju mundur dan ragu-ragu maka malah tak jadi buka usaha.
Untuk memulai langkah awal dibutuhkan persiapan mental yang kuat. Maksudnya Anda harus optimis dalam memulai usaha. Pupuk rasa percaya diri dan keyakinan yang kuat bahwa usaha yang Anda rintis akan berhasil. Inilah modal awal yang dibutuhkan sebelum memulai usaha.
Jika Anda sudah merasa percaya diri akan usaha yang dipilih tapi masih sering dibayangi oleh perasaan takut akan kerugian pilih jenis usaha yang tepat untuk Anda. Pilih jenis-jenis usaha yang disesuaikan dengan karakter Anda yang takut dengan resiko. Jika memilih jenis usaha yang tepat maka Anda tak perlu lagi cemas akan resiko kerugian.

Pilihan usaha yang cocok untuk karakter yang takut pada resiko rugi besar antara lain adalah :

1. Pilih usaha skala mikro
Terkadang banyak orang ingin buka usaha langsung skala besar, dengan harapan ingin dapat hasil yang besar juga. Tapi perlu diingat usaha yang mengeluarkan modal besar potensi ruginya juga lebih besar. Contoh jika Anda ingin usaha menjual kue, jika bermodal besar Anda akan pilih buka toko kue yang pasti modalnya lebih besar dibanding Anda punya usaha titip jual kue ( usaha skala mikro). Dalam hal keuntungan usaha titip jual kue tak kalah dengan usaha toko kue. Perbedaannya hanya pada jumlah modal usahanya.

2. Pilih usaha hemat modal
Nah pilihan usaha kedua ini tentu akan lebih menenangkan rasa cemas Anda, karena tak perlu takut rugi. Contoh dari usaha hemat modal salah satunya adalah aneka toko on line yang dapat menjual aneka ragam produk dan jasa dengan tampilan foto-foto. Anda tak perlu punya stok barang. Anda bekerja sama dengan beberapa supplier untuk menjual berbagai barang , punya foto produknya dan tugas Anda hanya memasarkan sebanyak-banyaknya. Perlu keuletan dan ketekunan untuk memilih jenis usaha ini.

3. Pilih usaha rumahan
Jika Anda punya kendala harus mengeluarkan modal untuk sewa tempat usaha sebaiknya pertimbangkan untuk memilih usaha yang dapat dikerjakan dari rumah. Apapun jenis usaha Anda dengan memilih usaha di rumah tentunya akan mengurangi modal usaha yang dikeluarkan sehingga Anda dapat lebih tenang saat menjalani usaha.

* Kutipan dari Konsultasi Bisnis Tabloid Wanita Indonesia

Sunday, December 12, 2010

Kursus Roti Rakyat









Ada yang berbeda pada kursus roti rakyat di UKMKU pada hari Sabtu 16-10-2010. Kali ini UKMKU kedatangan pengajar yang pernah mengikuti kursus kami, Ambar Murtilina. Ambar Murtilina atau lebih akrab disapa ’Mbak Lina’ merupakan salah satu murid jebolan UKMKU pada tahun 2009 yang kini telah menapak sukses menjadi pengusaha roti rakyat skala rumahan.Bahkan kisah Lina yang membeberkan suka dukanya merintis usaha dari Nol terpilih menjadi salah satu cerita inspiratif yang dimuat dalam buku terbitan Elex Media yang berjudul ”9 Laskar Pejuang Wanita Wirausaha” karya Henry Ismono.

UKMKU merasa bangga atas keberhasilan Mbak Lina menjadi pengusaha roti yang gigih dan fokus sehingga dapat menuai keberhasilan. Apalagi ketika ’Mbak Lina’ bersedia untuk sharing pengalaman dan berbagi ilmu di UKMKU Cirendeu, Wah .. tak terlukiskan rasa kebahagiaan kami. Rasa senang dan antusias juga terlihat dari peserta yang datang. Pada sesi pertama tentang pelatihan usaha roti, peserta sering mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar usaha roti dan dijawab lugas oleh Mbak Lina berdasarkan pengalamannya menjalankan usaha.

Sesi pertama didominasi oleh pertanyaan-pertanyaan dibidang pemasaran dan perhitungan modal serta trik usaha roti agar dapat terus berkembang pesat. Mbak Lina dengan gamblang menjawab pertanyaan tersebut dengan contoh nyata di lapangan.Ciri khas dari Mbak Lina adalah dalam usaha harus melakukan efisiensi ! semua serba dihitung untung ruginya sehingga Ia mendapat julukan ”Guru Super Ekonomis” dari seluruh peserta. Saking antusiasnya peserta, tak terasa sesi pertama berlangsung lebih dari satu jam.

Pada sesi kedua peserta dibimbing oleh Mbak Lina untuk praktik membuat roti tanpa mesin alias mengadon dengan tangan saja. Peserta praktik langsung dengan mengadon bahan roti masing-masing. Seru sekali karena peserta merasakan sendiri ’kerja keras’ membuat roti secara manual tanpa alat canggih. Pada saat mengolah adonan memang terasa lelah tapi ada salah satu peserta berkata, ”Ayo kita bisa, masa kalah dengan Mbak Lina yang bisa mengolah 3 kg adonan sekaligus!” Celetukan peserta tersebut membuat peserta lain tetap bersemangat sampai pembuatan roti usai. Rasa senang terpancar dari raut wajah peserta apalagi ketika hasil roti mereka matang. Ternyata seluruh peserta mampu membuat roti ekonomis, tanpa telur, tanpa alat canggih, bermodal 500 rupiah perbuah tapi hasilnya besar, empuk dan rasanya enaaakk... UKMKU menunggu cerita sukses dari usaha peserta selanjutnya.

Selamat Berwirausaha Sahabat-Sahabat UKMKU...
www.ukmku.com